MEMBONGKAR KLAIM HARAM ATAS PENGHORMATAN BENDERA

Authors

  • Zainul Hakim UIN KH. Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/aladalah.v25i1.205

Keywords:

Hukum Islam, Haram, Hormat Bendera, Bid'ah

Abstract

Gejala ekstrem dalam beragama dewasa ini semakin menguat. Di media massa beredar wacana dan fatwa tentang pengharaman dan pengkafiran bagi umat muslim yang memberikan penghormatan bendera kebangsaan Indonesia, Merah-Putih. Narasi ini diperkuat oleh beberapa pendakwah muslim yang disinyalir merupakan penganut takfiri (pengkafiran) dari gerakan Islam transnasional menyatakan bahwa hormat bendera termasuk perbuatan bid’ah. Dengan begitu, narasi tersebut menimbulkan kegaduhan dan dapat mengusik persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang kebhineka tunggal ika. Oleh karenanya, rtikel ini berupaya mengungkap makna dan hukum memberikan penghormatan bendera dalam perspektif kajian Islam. Pengkajian ini dilakukan dengan melihat aspek hukum Islam baik secara taklifiy maupun wad’iy. Adapun upaya pemaknaan ditelusuri secara rigid baik secara lughowi maupun maknawi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penghormatan bendera di sini bukan termasuk kategori ibadah mahdhah dalam syariat Islam. Maka dari itu, hukumnya tidak dapat disebut haram atau bid’ah, apalagi pelakunya disebut kafir. Selain itu, dalam kasus penghormatan bendera berbeda dengan penghambaan, pemujaan, atau penyembahan karena berlandaskan kepada perilaku moral atau akhlak. Dengan demikian, artikel ini dapat bermanfaat sebagai upaya untuk mengklarifikasi dan mengurai persoalan yang menjadi di dalam masyarakat.

Recently the extreme tendency in religion has strengthened. The mass media also promoted the discourses and fatwas on prohibition and disbelief for Muslims to honour the Indonesian national flag. This is also reinforced by several Muslim preachers (ustaz) who are indicated as part of the transnational Islamic movement (takfiri), which states that honouring the flag is a bid'ah or haram. This can disrupt the unity and integrity of the Indonesian people (Bhineka Tunggal Ika; diversity in diversity). Therefore, this article seeks to reveal the meaning of claims and the law of honouring the flag in the perspective of Islamic studies including aspects of Islamic law both in taklifiy and wad'iy ways. This effort is carried out by searching rigidly, both lughowi and maknawi. The results of this study indicate that the honour the flag is not included in the category of mahdhah worship in Islamic law. Therefore, it cannot be called haram or bid'ah; moreover, the person who does it is called by kafir (infidel). In addition, in this case, honouring the flag based on moral or moral behaviour is different from worship based on theology. Thus, the article can be useful for clarifying and reflecting on problems in society.

Downloads

Download data is not yet available.

References

"Hukum Menghormati Bendera dan Menyayikan Lagu Kebangsaan," https://abumuslimsalafi.wordpress.com/2007/07/19/hukum-menghormati-bendera-dan-menyanyikan-lagu-kebangsaan. Accessed August 12, 2021.

“6 Tujuan Upacara bendera Beserta Manfaatnya yang Dijketahui,” https://www.merdeka.com/jateng/6-tujuan-upacara-bendera-beserta-manfaatnya-yang-perlu-diketahui-kln.html. Accessed August 20, 2021.

al-Hasaniy, al-Sayyid Muhammad bin ‘Alawiy al-Malilikiy. Mafahim yajibu an-tushahhah. Hai’ah ash-Shofwah al-Malikiyyah, tt.

Al-Hikmah, Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: CV. Penerbit Diponegoro.

Al-Lajnah ad Daimah li al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al Ifta, Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Riset Fatwa, Juz 11.

Fazli, Teuku Khairul. Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2018.

https://www.shamela.ws.

Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak.

Muslehuddin, Muhammad. Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis; Studi Perbandingan Sistem Hukum Islam. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997.

Syihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah, Pesan Kesan dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2011.

Tim Kodifikasi Anfa’ Purna Siswa MHM Ponpes Lirboyo, Tashilu Lubbil Ushul, Pengantar Memahami Lubbul Ushul, Syaikh al-Islam Zakariya al-Anshari. Kediri: Lirboyo Press, 2015.

Tim Penyusun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. KBBI Edisi ke-2. Jakarta: Balai Pustaka.

Zainuddin, A. Rahman Ritonga. Fiqh Ibadah. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997.

Published

2022-04-25

How to Cite

Zainul Hakim. (2022). MEMBONGKAR KLAIM HARAM ATAS PENGHORMATAN BENDERA. Al’Adalah, 25(1), 61-74. https://doi.org/10.35719/aladalah.v25i1.205

Issue

Section

Articles