OPTIMALISASI WAKAF PESANTREN: STUDI WARALABA BASMALAH DI INDONESIA

Authors

  • Moch. Iqbal Afandy UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Durrotun Nafisah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/aladalah.v25i1.85

Keywords:

Waqf, Pesantren Waqf, Franchise, Basmalah

Abstract

Wakaf menjadi salah satu alternatif bagi sebagian orang untuk menyalurkan bantuan yang mereka miliki. Biasanya wakaf juga salah satu dari berbagai macam bentuk bantuan-bantuan yang diberikan untuk kemaslahatan bersama. Dalam dunia pesantren sering sekali kata “wakaf” didengar dan bahkan menjadi topik dalam diskusi (forum). Wakaf pesantren memiliki arti bahwa sesuatu hal yang telah diberikan secara cuma-cuma (tanpa diperjualbelikan) tersebut yang nantinya akan digunakan untuk berbagai hal yang bermanfaat, entah itu bagi orang-orang sekitar maupun masyarakat luas. Paper ini adalah paper yang berbasis kajian pustaka. Di dalam paper ini akan menelaah dua pertanyaan yang sangat signifikan. Pertama, seperti apa konsep optimalisasi wakaf dalam pesantren. Kedua, bagaimana konsep studi waralaba Basmalah yang ada di Indonesia. Konsep optimalisasi wakaf pesantren dijelaskan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Analisis tersebut juga digunakan untuk menjelaskan studi waralaba Basmalah yang ada di Indonesia. Hasilnya dalam artikel ini adalah tentang konsep optimalisasi wakaf pesantren dan konsep studi waralaba yang digunakan oleh Basmalah dalam menjalankan kegiatan jual beli (al-bai’). Dengan demikian, paper ini dibuat untuk memberikan pemahaman kepada sebagian besar orang yang masih awam tentang bisnis atau produk yang dimiliki oleh pesantren sebagai wakaf di dalamnya.

Waqf is an alternative for some people to distribute the assistance they have. Usually, waqf is also one of the various forms of assistance provided for the common good. In the world of pesantren, the word "waqf" is often heard and even becomes a topic in discussion (forum). Waqf pesantren has the meaning that something that has been given free of charge (without being traded) will later be used for various useful things, whether it is for the people around and the wider community. This paper is a paper based on a field study. In this paper, we will examine two very significant questions. First, what is the concept of optimizing waqf in pesantren. Second, how is the concept of the basmalah franchise studied in Indonesia. The concept of optimizing waqf pesantren is explained using a descriptive-analytical approach. This analysis is also used to explain the study of basmalah franchises in Indonesia. The conclusion of this paper is to find out what the concept of optimizing waqf pesantren is like and also to understand the concept of franchise studies used by Basmalah in carrying out buying and selling activities (al-bai'). From that conclusion, this paper was made, to understand most people who are still unfamiliar with a business/product owned by a pesantren as a waqf in it.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Kahlani, Muhammad bin Ismail. Subulussalam, Jilid 3. Kairo: Dar al-Fikr, tt.

Antonio, Muhammad Syafi‘i. Bank Syariah: Suatu Pengenalan Umum. Jakarta: Dar al-Ittiba', 1999.

Ascara. Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Indonesia, 2007.

Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Islam wa Adillatuhu. Jakarta: Gema Insani, 2011.

Dahwan. “Pengelolaan Benda Wakaf Produktif,” Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama IX, No. 1 (Juni 2008).

Fatwa DSN-MUI Nomor 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah.

Ismail. Perbankan Syariah Jakarta: Fajar Interpratama, 2011.

Nabhan, Faqih. Dasar-dasar Akuntansi Bank Syariah: Implementasi PSAK No. 95 dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia. Yogyakarta: Lumbung Ilmu, 2008.

Qahaf, Munzir. Manajemen Wakaf Produktif, translated by Muhyidin Mas Ridha. Jakarta: Khalifa, 2005.

Tim Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.

Published

2022-04-21

How to Cite

Afandy, & Nafisah. (2022). OPTIMALISASI WAKAF PESANTREN: STUDI WARALABA BASMALAH DI INDONESIA. Al’Adalah, 25(1), 43-60. https://doi.org/10.35719/aladalah.v25i1.85

Issue

Section

Articles